Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

The Pot of Two Thousand Thirteen

Ini loh kalender 2013 buatan saya. Eits tapi saya cuma mendesign aja kok, gambarnya punya Noomie :) btw nanti bentuknya tidak seperti ini ya pemirsa tapi seperti kalender duduk yang dikasih spiral di atasnya, cocok dan cantik diletakkan di meja kerja atau meja belajar anda.  Ayo yang mau pesen, kasih tau saya tanggal lahir anda... Limited edition loooh :) Open publication - Free publishing - More calendar

My Baby's First Photo :)

Usianya sudah 14 minggu, dan ini adalah foto pertamanya. Sewaktu aku lihat dia sedang bergerak-gerak dengan aktifnya. Pantas saja perutku kadang suka nyut-nyutan. Ah, coba ayahnya pun turut melihat, pasti ia bahagia bukan kepalang karena anaknya begitu sehat dan aktif dalam perut aku.

Untukmu, Sahabat Baruku

Usiamu baru sembilan minggu dalam "rimba amniotik" rahimku. Mengapunglah dengan tenang di dalamnya, ambil dan resapilah apa saja yang kau butuhkan dariku. Dengarkanlah hanya gelak tawaku, cerita-cerita indahku, senandungku, dan doaku.  Jika ada tangis yang sesekali kau rasakan dari getaranku, maka ketahuilah, itu hanya tangis bahagiaku, haruku akan kehadiran dirimu. Tangis yang meluap sebagai bahasa syukurku pada Tuhan yang begitu cepat mengabulkan doaku dan doa kekasihku yang kelak akan kamu panggil "ayah". Dia memang sedang tidak ada di samping kita saat ini, tapi yakinlah selalu bahwa doa dan cintanya yang begitu besar pada kita mengalir dalam tiap detik hidupmu. Wahai embrio kecil yang mengemudikan jiwa, hidup, dan pikiranku saat ini, tumbuhlah dengan sehat dan nyaman di dalam tubuhku, bermainlah dan berlarilah dengan bebas di alam ruh sana bersama teman-temanmu yang lain, hingga tiba saat kau melewati tabir batas antara tubuhku dan dunia. Dan ki

Bunga Matahari

Ketika hari itu tiba tak akan ada banyak bunga yang menghias secara literal, bunga ada dalam namaku dan hatiku. Maka kiranya aku tak butuh yang seperti itu. Dan kau Matahari, tak perlu malu. Kau dengan sinarmu yang begitu benderang merupakan hidup bagiku. Datanglah dengan harapan dan bawa semua mimpi di kepalamu. Lalu kita tanam harapan dan mimpi itu dalam tanah kebersamaan dan disirami dengan doa yang kian menjalar.  Kelak suatu saat, tak ada lagi Bunga, tak jua Matahari sendiri.  Doa akan menumbuhkannya menjadi Bunga Matahari. Amin.

Teehee

Dear kawans - kawans #30HariBlogging aku buat pembatas buku ini khusus buat kalian looohhh, semoga jadi tambah semangat baca dan nulisnya ya ;) Atas (dari kiri ke kanan): Oza, Farah, Uki, Ika Bawah (dari kiri ke kanan): aku, Mujib, Mariya, Lina. Hope you’ll like it guys ;) PS: Aku kasihnya nanti kalo mampir ke kampus ya. Luv yaaa

Recaaaaappp!!

Ahhh lega, ini adalah puncak kegiatan #30HariBlogging kita kawan. Dear Mariya, Ika, Uki, Mujib, Lina, Oza dan Farah, kalian keren sekali. Di tengah rutinitas masih bisa nulis di blog, keren keren keren. Bagaimana perasaan kalian setelah ini? Saya yakin kalian pasti akan merindukannya kan hehehe. *dikeroyok masa* Baiklah apa saja yang saya tulis selama 30 hari ini?? Ada yang bermakna, ada yang cuma celotehan gak penting karena gak ada ide, ada foto-foto, puisi, lagu, cerpen, sampai curhat colongan. Bagi yang lupa dan mau baca ulang tulisan saya (halah! kepedean) berikut recap nya beserta linknya :) #Day 1: I Need a Break on May Day #Day 2: Sorry #Day 3: Besok Tak Ada Lagi Kata #Day 4: Diam Saja #Day 5: Kamu di Mana? #Day 6: Vakansi #Day 7: Daisy, Kumbang, dan Matahari Bercerita pada Taman #Day 8: Idola Baru #Day 9: Hi Guys! You Rock!! #Day 10: Renungan di Pagi Hari #Day 11: Mencoba Berpuisi #Day 12: What is Bad and Good Idea? #Day 13: Resign #Day 14:

#Day 30: Berguna dalam Ketidakbergunaan

Pak Mayan dan Pak Wira, setelah matahari meninggi, beristirahat di warung kecil pinggir kampung untuk meminum kopi. Siang ini sungguh mereka sangat kelelahan, beberapa pohon di hutan yang mereka tebang masih tergolek di tengah hutan menunggu truk-truk pengangkut yang akan datang setelah jam tiga sore. Kopi hitam buatan Neng Lilis yang manis membuat Pak Mayan dan Pak Wira lupa akan lelahnya. Kedua buruh penambang hutan itu bercakap sambil menyantap beberapa potong pisang goreng dan telur asin. Pak Mayan : Kamu lihat pohon yang sangat besar di perbatasan hutan dan kampung ini? Batang dan cabangnya berliku-liku hingga sulit diukur dengan meteran. Pohon itu sungguh tidak berguna, jika dijadikan tiang rumah pasti ia akan menghasilkan jamur dan cacing-cacing. Kalau dijadikan perahu kayu pasti perahu itu akan tenggelam, jika dibuat atap rumah atau pun kursi dan perabot rumah tangga lainnya pasti akan cepat keropos dimakan rayap. Pohon itu sudah tua sekali dan sangat tidak bermanfaat.

#Day 29: What Life Means for You?

Look at the header of my blog! It's not just a header. Every picture means something for me. It's how I interpret what life goes cycling to me, what life means for me. So what's the meaning of life for you anyway? Grow something in your hands, Love someone with all your feeling, Miss the joyful and look behind them with your tears, Getting old, and live alone... *foto yang terakhir "sandal" taken by @__Uki, with great appreciation.

#Day 28: Plesir Pasir

Terkait dengan postingan saya di #Day16: Why so Serious? Akhirnya datang juga hari yang dinanti, (gak dinanti juga sih) sebenernya capek juga jadi panitia, pengen cepat-cepat hari H. Hari yang saya maksud yaitu hari di mana saya, dan rekan-rekan saya sekantor bertamasya melepas penat. Tujuannya sih gitu, semoga ya :) Pada Sabtu dan Minggu yang terang benderang itu kami mengunjungi Pulau Bidadari, itulah mengapa kegiatan ini diberi judul Plesir Pasir. We're having fun. Cuma sayangnya karena sibuk jadi panitia saya gak sempet jepret sana sini, tapi ini ada beberapa foto yang saya suka sekali yang diambil oleh teman sekantor saya, seorang Creative Director, Akang Yayan Mono , (click it, you'll be amazed). Saya mengagumi foto-foto jepretannya, komposisi dan angle-anglenya sangat pas dipandang mata, yet full of interpretation, yah sebelas dua belas lah ya sama hasil jepretan cowok saya. *gak mau kalah* Oh iya device yang dia pakai kala itu cuma iPhone 4 loh, sama seperti yang saya

#Day 27: Hikayat Sepotong Kayu

Golongan putih. Dosakah saya jika saya termasuk ke dalam golongan putih, alias golput, abstain, tidak memilih?  Jika iya, biarlah saya berdosa karena telah membuang sia-sia hak saya sebagai seorang pemilih. Tapi bukankah kita hidup di negara yang katanya menjunjung demokrasi?? Kalo iya (lagi) berarti memilih atau tidak memilih adalah privilege saya juga bukan? Oke, banyak yang bilang kalau golput itu haram, dianggap tidak bertanggung jawab, tidak mengerti hak dan kewajiban sebagai warga negara. Bagi saya pandangan seperti itu justru punya kepentingan terselubung (mau benar atau tidak), setidaknya untuk menekan jumlah suara untuk what-so-called kandidat yang menjadi sponsor omdo-nya. Jika memang benar-benar ada orang yang dipercaya untuk bisa memimpin atau "duduk disinggasana kekuasaan" dengan benar-benar arif dan sudah terbukti, mungkin saya tidak akan golput. Well, tulisan ini sebenarnya bukan untuk mempengaruhi anda untuk golput seperti saya, hanya saja janganla

#Day 26: Okesip!

Saya seringkali dengar @yyunikaa atau @__uki menyebutkan kata OKESIP!! belakangan ini. Apakah kata itu jadi trend baru? Padahal saya sudah lama sekali familiar dengan kata okesip tersebut. Dan apakah ada hubungannya? Well, let's see nanti saya tanya mereka. Dalam lingkungan kerja saya di dunia creative, kata okesip tersebut menjadi kata yang sangat di nanti-nanti, kata yang dipuja-puji, terutama untuk para art director, copywriter dan juga account executive. Setelah mendengar kata itu dari para Group Head, Creative Director ataupun client rasanya seperti habis minum satu gentong air es di gurun sahara. Legaaaaaa!! Pasalnya sering kali para anak kreatif dibuat repot setengah gila setelah mendapat brief pekerjaan, lalu brainstorming, lalu punya ide, lalu melakukan eksekusi dengan nge-layout misalnya, nah proses eksekusi ini lah yang kadang sangat panjang, butuh proses lama dan juga menyita waktu tenaga dan pikiran. Saat melayout kadang terdapat perdebatan antara ae, dan art d

#Day 25: Pekerjaan Adalah apa yang Kita Lakukan

Benar sekali, pekerjaan seharusnya berarti apa yang kita lakukan bukan tempat yang kita tuju. Ada yang tahu maksud dari kalimat saya tersebut apa? Setahun yang lalu ketika saya masih bekerja di kawasan perkantoran Jakarta Pusat, saya bisa menghabiskan waktu 4 jam di jalanan menuju kantor, (pulang-pergi Bekasi - Jakarta). Alasannya kenapa? Bukan karena jarak yang jauh, tapi karena MACET, belum lagi kalo kereta commuter line yang saya tumpangi bermasalah, atau gangguan cuaca buruk yang membuat jalanan begitu seram dan lagi-lagi macet masalah utamanya. Bayangkan jika saya menghabiskan waktu 4 jam di jalan dalam sehari berapa jam yang saya habiskan selama sebulan? Yup, 20 hari kerja berarti 80 jam dan kalau setahun tinggal kalikan saja dengan 12, hasilnya adalah.... Fuulllaaaaa saya menghabiskan 960 jam yang equal dengan 40 hari. Bisakah anda bayangkan 40 hari saya habiskan di jalan? Coba kalau diconvert ke hari yang produktif, sungguh saya bisa mendapatkan bayaran 2 bulan gaji. Ya gak

#Day 24: Fears

Suatu malam, aku dan dia, kami terlibat dalam sebuah diskusi yang cukup panjang. Dia yang begitu pragmatis dan saya yang kadang teramat utopis dan romantis berhadapan pada layar ponsel masing-masing. Kami mengetik huruf-huruf yang menjadi bahan perdebatan. Tak ada intonasi di sana, pun emoticon tak mampu mewakili apa yang sebenarnya masing-masing dari kita rasakan. Inilah yang kadang membuat saya jengkel dan kesal karena gaya bicaranya yang sok cuek yang kadang membuat saya naik pitam karena tersinggung, padahal sebenarnya ia tidak pernah bermaksud mengatakan hal yang membuat saya marah. Menurutnya saya terlalu membesar-besarkan masalah. Awal perbincangan kami adalah ketakutan-ketakutan saya, ketakutan akan perubahan, ketakutan atas perasaan tidak diterima maupun perasaan bersalah, ketakutan akan masa depan yang masih kelabu, juga ketakutan-ketakutan absurd yang menghinggapi saya. Lalu pada akhirnya kami sampai pada titik pendekonstruksian perasaan takut tersebut. Simplenya seper

#Day 23: Ternyata...

Ketika kecil dulu, saya sering sekali dihinggapi perasaan takut, takut akan gelap, takut badut, takut akan monster yang datang dari kolong tempat tidur, takut akan ditinggal pergi ibu, takut setan, takut naik sepeda, takut ketahuan ngompol, takut tempat tinggi, takut keramaian, juga takut jatuh dan ditertawakan. Semua membuat saya gentar, gemetar dan takut. Dan saya mencoba selalu untuk menyembunyikan perasaan-perasaan yang sangat primitif itu, perasaan takut. Namun sekarang, I have already changed , saya sudah tidak takut lagi, karena kenyataan dan dunia ternyata jauh lebih jahat daripada ketakutan-ketakutan masa kecil saya.

#Day 22: Still I Don't Know

You may say that I'm so lame, drowning in the dynamic yet hectic world I have recently. It makes me lose the ability of a bit fantasying what world in my mind would be. Horror isn't it? So, I don't know what to write today. Even though I've got something to write. And I have to write. I've been trying for so long and hard. But... The problem of having nothing to write so sucks. Yes, it sucks. So now, I still don't know what to write....

#Day 21: I Wish It Would Rain

Oh my dear Sun... I wish that it would rain The very heavy rain down from the sky. Maybe then you wouldn’t see the teardrops in my eyes, yeah I know it's so cliche But I'm so wishing that it would be raining. It would be a great disguise of me. Maybe then you wouldn’t see the teardrops in my eyes, yeah another same cliche, I know. If it could, I wish all of the raindrops that fall down on my face erase all the memories of you, your kisses and embrace. I will long for the moment that I lose this bitter taste And I don’t want you to see me this way     Dear my lovely Sun, I wish that it would rain. Heavy rain down from the sky , then maybe I wouldn’t see you walking right on by   Well, I wish that it would rain. Let it storm just for awhile. So, maybe then you wouldn’t see this sadness in my smile. I will long for the moment that I lose this bitter taste   and.... I don’t want you to see me this way... I don’t want you to see me this way... I don’t w

#Day 20: STFO

This is the story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody. There was an important job to be done. And Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about this because it was Everybody's job. Everybody thought that Anybody could do it,  but Nobody realized that Everybody wouldn't do it. It will end up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody could have done. End. Guys, I believe that these four people are surround you, everywhere you are; at office especially, in a team work definitely, or probably at class. You know it sucks. Because yes, it sucks. Whoever you are; Everybody, Somebody, Anybody, or Nobody, please STFO and do your own job.   *Image from "The Office" movie Illustration

#Day 19: Surti dan Tiga Sawunggaling

Juli tahun lalu saya dan teman saya Mariya Qibtiyah a.k.a @morninghater__ menyempatkan diri menonton pertunjukan teater di Komunitas Salihara, jalan Salihara No. 16 Jakarta Selatan. Yang kami tonton kala itu adalah Surti dan Tiga Sawunggaling, yang diperankan monolog oleh  Ine Febriyanti dan disutradarai oleh Sitok Srengenge dan Naskah ditulis Goenawan Mohamad. Ine sebagai Surti Surti dan Tiga Sawunggaling, teater Salihara pertama yang saya tonton ini berhasil membuat saya takjub, dan saya rasa teman saya pun sama takjubnya dengan saya. Kami sama-sama takjub dengan akting Ine Febriyanti, bayangkan selama 90 menit dia memerankan sebuah tokoh bernama Surti, harus bermonolog selama itu  (hapal banget naskah 90 menit busyet!)  juga tentang bagaimana Ine begitu mendalami perannya , dan dalam 90 menit tersebut tak hanya bermonolog tapi juga menari. Saya terkesima, sungguh! Oke, saya akan bercerita sedikit tentang Surti dan Tiga Sawunggaling ini. Surti menggambarkan kesun

#Day 18: Long Weekend

Lagi nyoba-nyoba jadi fashion editor hehehe.... Ceritanya itu outfit yang saya rasa chick buat dipakai jalan-jalan santai di long weekend yang aduhai ini, tapi apalah daya kawan ternyata saya tidak kebagian jatah long weekend ini huhuuhu... Jadilah cuma pamer outfit sahaja a a a a a... Outfit boleh minjem dari tante google ;)

#Day 17: Yunika's Feeling

Wow! Gak terasa sudah memasuki tanggal 17, artinya banyak banget saya hutang tulisan since my last post was in #Day 11. Tapi hari ini saya sedang ingin menggambar, menggambar perasaan seseorang yang tiba-tiba saya kaget dibuatnya dengan pernyataan yang menurut saya lumayan frontal di blog dan juga di twitter. "I hate you, Dad" itulah yang dia katakan. Well, inilah hasil gambar saya. Okay, jika @yyunikaa menulis " Write Nothing, Feel Something! " saya mencoba menerjemahkannya dalam bentuk visual, mungkin judulnya akan berganti "Draw Something, Feel Anything" :D Ini juga gambar lainnya, nyontek langsung dari @yyunikaa hehe  

#Day 16: Why So Serious?

Why so serious? Adalah headline dari video teaser untuk kegiatan outing perusahaan saya. Tolong jangan ketawain saya di video tersebut ya. Hehehe maklum saya amatiran.  Hari-hari di kantor itu sering banget diisi sama meeting, entah itu meeting sama klien, meeting internal, atau brainstorming dengan creative team, casting, shooting, sampe kencing! (najis gue, gak bakat banget ngegaring meh!). Sumpah deh, kegiatan-kegiatan tersebut gak bikin saya cantik (please deh Des) malah yang ada lama-lama bikin saya dan teman-teman saya juling, kepala pening, bunting (nah loh!) dan sangat butuh refreshing. Jadi tercetuslah outing. Nah biar seisi kantor pada tahu kalo kita mau outing nih, dibuatlah video teaser tersebut yang akan muncul di email blast, email log in maupun youtube hihihi, dan akan menghantui seluruh pekerja DM Pratama semasa hidupnya (hahaha *evil laugh*) Pasti orang-orang pada annoyed banget. Tujuannya sih ya itu, biar gak keseringan meeting! (ngaruh gak ya??)

#Day 15 : Tahukah Kamu?

Kenapa why tidak pernah never? Selalu always meski even.  Apa what hanya just? Atau or bukan no? Banyak many much bikin make. Mungkin might akan will, Bukankah don't ingin want?  Tahu know kenapa why? Oh my oh my.... *Ngecapruk sama Jingga menyambut pergantian malam :p

#Day 14: Apakah Kamu Juga?

Pernah mendengar istilah ini, "if you want to do it, do it now!!" atau "don't put till tomorrow what you can do today"? Istilah tersebut sering sekali saya jumpai di moto-moto buku tulis terutama buku tulis bermerk Sinar Dunia, mungkin tertulis di sana agar para siswa atau pengguna buku tersebut tidak malas melakukan pekerjaan rumahnya. Yup, intinya adalah selama kita masih punya waktu senggang, atau setidaknya masih punya waktu (tanpa kata senggang) jangan lah menunda-nunda suatu pekerjaan. Ini tidak hanya berlaku pada anak sekolah yang di bagian bawah bukunya terdapat moto tersebut, tapi juga untuk diet misalnya, untuk pekerjaan, tugas kuliah, urusan bisnis bahkan menulis, jangan menunggu sampai deadline tiba. Kadang kita menunda mengerjakan dengan menunggu waktu. Menunggu hingga inspirasi tiba, menunggu hingga batas waktu tiba. Yup, menunda dan menunggu dalam hal ini mereka bagai berteman baik. Namun, apa yang bisa diandalkan dan dihasilkan dari menun

#Day 13: Resign

Resign. What comes to your mind when you hear that word?? For a company that still needs you to work, it could be a threat. It will hold you to stay, or even increase your salary as a compensation. If the reason of your resignation is to earn more money at a new place, you'd probably accept the compensation of your current company and stay, but if your reason is about to having a better future, better working environment, expanding your experiences, skill and the other x factors that only you and God know, you will directly state your resignation letter and pass it on to your boss.     It's different case when you want to resign but you have no idea where to work afterward. The reason could be anything, it could be not about how much money you earn, how much experience you gain, or how the environment it is. Lemme tell you a case: if people constantly reject or dislike your ideas or your offer, then why not resign?? If you're good at your job, you're r

#Day 12: What is Bad and Good Idea?

Ide ini dikutip dari tumblr buatan teman-teman saya di advertising ( Korban Iklan ) "Sejatinya tidak ada satu ide pun yang jelek, yang ada hanyalah masalah selera" Benar sekali kawan, untuk sebuah ide, tidak ada pengkategorian bagus atau jelek, yang ada hanyalah masalah selera. Suka atau tidak suka. Saya ingin membicarakan tentang ide sekarang. Ide yang kadang-kadang sulit didapatkan, ide yang membutuhkan kahadiran dewa muse, ide yang kadang ditolak, ide yang diremehkan, ide yang brilian, dan ide yang bla bla bla. Seperti yang dikatakan di atas tadi, ide semata adalah masalah selera, tidak ada yang bagus atau jelek, baik atau buruk. Yang ada hanyalah suka atau tidak suka. Apa yang orang bilang ide bagus belum tentu bagus menurut orang lain. It can be boring to others what we see good or brilliant. Ada tulisan menarik dari Paul Arden mengenai Ide: "A good idea is a clever solution to a problem, one that I have never seen before. But if an idea is not taken up an

#Day 11: Mencoba Berpuisi

Terjamah puisi... Aku diperawani kata-kata berima. Sekarang datang padaku, kata-kata biasa. Mendulang dialog, berbentuk prosa. Aku menjadi terbiasa, Meski terpaksa. Tak ada lagi indah senggama makna. Aku ingin diperkosa. Maaf, kata-katanya mungkin vulgar banget ya, (please jangan berpikiran jorok ya). Puisi itu saya buat setahun yang lalu dan pernah saya publish di tumblr, lalu saya edit sedikit. Tercetus dari postingan #Day 10 milik @jiebman (klik ) yang dapat dengan indahnya berpuisi. Jujur saja saya agak sulit berpuisi (sekarang), dulu mungkin iya. Entah kenapa saya begitu prosaic sekarang, sangat prosaic. Ada yang tahu makna puisi saya di atas? *wink*

#Day 10: Renungan di Pagi Hari

Kita atau mungkin hanya saya , sebagai manusia, sudah seharusnya memperluas wadah dalam jiwa kita, untuk masuknya ilmu-ilmu baru, untuk tidak pernah berhenti belajar. Haus akan ilmu. Karena, meungkin, tidak semua pengetahuan yang kita miliki (saat ini) dapat menolong di saat yang dibutuhkan. Di saat-saat seperti itulah dibutuhkan sebuah kearifan, kerendahan hati, untuk menyadari dan mengambil hikmah dari setiap ketidaktahuan yang kita miliki guna memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik lagi. Renungan, pada pagi yang masih mentah.

#Day 9: Hi Guys!! You Rock!

#Day 8: Idola Baru

Dear guys!  Hari ini saya akan menjawab tantangan #Day8, idola. Tercetus dari si Pecinta Langit Sore @yyunikaa pada suatu sore di twitter, sejak saat itu saya berpikir, siapa ya yang akan saya tulis. Idola saya yang mana ya? Terpikir untuk menulis tentang Ibu. Tapi gak jadi karena saya yakin setiap anak pasti mengidolakan ibunya, tak perlu dipertanyakan lagi. Kemudian saya berpikir keras lagi, apa saya tulis tentang Johnny Depp aja, saya kan ngefans berat sama doi. Tapi urung lagi, dia udah banyak jadi idola berjuta-juta manusia di dunia. Saya anti mainstream haha. Lalu pikiran saya nyangkut ke Dewi Lestari dan Seno Gumira atau Salman Rushdie, penulis idola saya. Ah tapi nanti postingannya akan panjang sekali. Akhirnya saya merefresh pikiran dulu sambil blog walking, bacain satu-satu postingan kalian semua para blogger #30HariBlogging dan sampailah saya pada salah satu blog yang jarang banget dishare di jejaring sosial. Coba tebak blognya siapa. Taraaaaaa...!! Udah tau

#Day 7: Daisy, Kumbang dan Matahari Bercerita pada Taman

Than there to look upon the daisy, That for good reason men do name The ‘day’s-eye’ or else the ‘eye of day,’ The  Empress,  and flower of flowers all. I pray to God good may her befall.   ~Chaucer   Adalah bunga liar nan tumbuh bergerombol, kecil-kecil dengan warna putih dan nektarnya yang kuning, semarak menghiasi taman dengan kemilau yang mengharmonisasi hijau daun dan alang-alang. Ia selalu ingin bisa seperti mereka yang indah dan anggun menghiasi taman. Ia kemudian hanya bisa tersenyum simpul, tangkai dan kelopaknya berdansa kian kemari tatkala angin semilir meniup kehidupannya yang nyaris sempurna. Chaucer berfilosofi, daisy adalah "the day's eye" matanya hari, matahari. Ia mencuri bentuk Matahari. Bentuknya menyerupai mata sang hari, yang begitu indah menerangi. Tapi di sudut taman ini, ada setangkai Daisy yang merasa kelabu, harapannya kosong. Daisy yang tidak pernah bisa percaya diri, Daisy yang tidak pernah bisa melihat bahwa dirinya sama indahny

#Day 6: Vakansi

Semilir bertiup angin di tepi pantai, daun-daun berdansa dan nyiur melambai... Aduh senang bunga berkembang asri. Setahun bekerja kita membanting tulang, Ini lah waktunya kita berlibur panjang, melupakan semua problema hati.... Aduuhhh.... indahnya abadi, surya menyapa.. Mari berjalan kaki bersama-sama, menghabiskan hari. Sibuk terus di kantor itu tak baik pula Slalu pulang malam dan lupa keluarga... Jangan marah mari bernyanyi saja ~Vakansi, White Shoes and the Couples Company Guys! Lagu di atas memang ditujukan untuk saya sendiri hehe Dan mohon jangan iri ya hihihi, weekend lalu saya bertamasya dengan si Kepala Mangkok dan juga Mariya. Gak jauh sih tamasyanya, cuma keliling Jakarta Pusat aja hehe Tapi yang penting hepi LOL. Dan oleh-oleh untuk kalian para blogger #30HariBlogger adalah foto-foto unyu kita hehehe Kapan-kapan kita tamasya bersama yuuuk :) Lihatlah lihat! Kelakuan Mariya hehehe Ayo guys!! kita pergi bersama... Yuk yuk y

#Day 5: Kamu di mana?

Kamu di mana? Tolong kembalilah. Tidak tahukah engkau sedari tadi aku gusar, gundah gulana, dan mencak-mencak tak keruan mencarimu. Aku butuh kamu. Tadinya aku pikir kamu sudah berada di kamarku. Lalu aku pun mencari-cari di tiap sudut kamarku. Tapi kau tak terlihat juga. Padahal baru saja kita berbincang-bincang di ruang tamu bukan? Aku hanya meninggalkanmu sebentar saja, kau sudah menghilang. Aku bertanya pada ibu. Ia bilang mungkin kamu ada di kebun bunga matahari. Ehmm mungkin sih.  Ibu terlihat ragu. Aku pun akhirnya berlarian ke kebun bunga matahari. Tapi ternyata fiktif. Itu kebun biasa. Tak ada bunga, tak ada matahari, karena hari sudah malam. Dan kamu pun tak ada di sana. Aku bertanya pada Bapak. Ia menjawab sambil hening membaca koran tentang berita kenaikan harga cabe keriting dan kol gepeng di tanah air. Ia lebih tertarik akan berita ekonomi daripada menjawab pertanyaanku dengan benar. Ia cuma bilang. Mungkin di kamar mandi. Acuh. Aku menuju ke

#Day 4: Diam Saja

Tampak seperti sebuah kesedihan, tapi bukan. Bukan itu yang ia rasakan, bukan pula kebahagiaan. Entahlah, perasaan yang ia rasakan menjadi begitu abstrak dan getir. Ganjil, tak terutarakan. Ketika kata-kata tak lagi bisa diandalkan untuk menjelaskan segala hal. Ketika kata-kata telah menjadi sebuah usaha untuk mendekati kebenaran, tapi selalu tersedak di titik "hampir". Hampir benar. Ia pun memutuskan untuk mencopot kedua tangannya. Membiarkannya di teronggok di atas meja. Menggelepar sebentar lalu diam seperti tangan orang yang pingsan. Ia tak mau menulis lagi... Pun tak ingin bicara lagi...

#Day 2: Sorry

Dua hari ini saya benar-benar mendedikasikan diri saya untuk pekerjaan nampaknya. I almost have no time to rest. Saya cape sekali kawan. Hanya ini yang bisa saya tuangkan. Maafkan saya. Esok semoga masih ada sedikit waktu buat saya untuk sekedar berpikir lebih serius tentang apa yang akan saya tulis. Sepertinya setelah ini, saya akan jatuh tertidur pulas...lelap... oh kasur, I miss you sooo...

#Day 1: I Need a Break on May Day

Gosh! Hari ini adalah hari pertama tantangan #30HariBlogging, masih ada 3 jam lagi sebelum hari pertama ini usai.  Dan saya gak mau melewatkan hari pertama ini. Masa yang bikin tantangan gak ngejalanin, di hari pertama pula, gak lucu banget kan. Sedangkan yang lainnya, seperti Oza, Farah dan Lina mungkin sudah posting lebih dari satu. Duh payahnya saya... Padahal tau gak? Hari ini bertepatan dengan hari Buruh Nasional harusnya pekerja kayak saya ikut demo tuh di Bunderan HI atau berlibur gak kerja seperti hari ini hihiii *pasang muka ngarep*. Tapi yah demi ikut memperingati Hari Buruh ini saya bekerja terpaksa giat hari ini. Huhu saya dikejar deadline, sampe-sampe saya harus ekstra multitasking dengan dua PC dan 1 handycam *lihat gambar*  Malam ini juga saya harus nge-shoot video testimoni, ngedit video tersebut, kasih subtitle (plus2nya sama translating juga), dan ohhhhh otak saya jadi spanneng ini. Maaf ya kawan postingan hari pertama saya ini sungguhlah kacrut. *lihat

#30HariBlogging

Hai hai apa kabar para blogger, baik yang baru mulai maupun yang sudah lama ngeblog tapi jarang update blognya, hayooo siapa?? *tunjuk tangan* Yup, jangan abaikan blog yang sudah kita buat yuuukk!! Mari menulis!  Memang sih menulis itu susah-susah gampang. Kalo dibilang susah buktinya banyak yang sudah bisa bikin buku, novel, atau punya blog dan tulisannya juga bagus-bagus, tapi kalo dibilang gampang, ehmm nanti ada yang protes, kalo gampang kenapa gak jadi penulis aja hehe. Kita ini sebenarnya sudah jadi penulis loh, meski cuma di blog pribadi *ngikik* Tau gak kenapa saya bilang menulis itu sebenernya gampang? Karena yang sebenernya kita butuhkan cuma kemauan, banyak baca biar tambah pengetahuan dan juga latihan loh. Nah yang terakhir ini, latihan, menurut saya harus ada sarana dan medianya, yang paling gampang buat saya yaitu blog. Karena, dengan menulis di blog, tulisan akan ada yang baca syukur-syukur kalo ada yang komentar, jadi rame hihihi. Nah makanya di sini