Skip to main content

#Day 20: STFO

This is the story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody.
There was an important job to be done.
And Everybody was sure that Somebody would do it.
Anybody could have done it, but Nobody did it.
Somebody got angry about this because it was Everybody's job.
Everybody thought that Anybody could do it, 
but Nobody realized that Everybody wouldn't do it.
It will end up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody could have done.
End.
Guys, I believe that these four people are surround you, everywhere you are; at office especially, in a team work definitely, or probably at class. You know it sucks. Because yes, it sucks. Whoever you are; Everybody, Somebody, Anybody, or Nobody, please STFO and do your own job.  




*Image from "The Office" movie Illustration

Comments

Hello I'm Na said…
STRONGLY AGREE!!!
STFO!
heuh, kadang tapi bikin geregetan. Mau teriak kdg.
Nemo said…
Oppsss!! Kata2nya kasar ya, maaf ya lagi kesel akunya hehe
I'm_Oz said…
btw anyway busway aku suka permainan everybody, somebody, anybody and nobody ituuuuuuuuu keyeeeeeeennnnnnn :D

btw anyway busway lagi. itu STFO naon yeuh???? #parno mode on
Unknown said…
Stresses the fuck out bukannya yaaa?

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Pembuktian

Dear Taylor, Saya pernah begitu "young and naive" di fase-fase usia saya yang masih 20-25 tahun, saya selalu ingin membuktikan pada orang-orang di sekeliling saya bahwa saya bisa dan mampu. Bahwa saya juga pintar, bahwa saya juga diperhitungkan. Pada masa-masa itu saya seringkali sadar kalau saya sedang menggunakan topeng, topeng "bisa" topeng "sok pintar" topeng "berani" dan topeng-topeng lainnya. Saya sadar saya memakainya dan saya merasa kelelahan. Lama-kelamaan topengnya terasa begitu berat mencengkram wajah asli saya, sehingga saya tak lagi mengenali siapa saya sebenarnya dan apa yang saya mau. Selalu yang ada dipikiran saya saat itu adalah apa saya melakukannya dengan baik, atau apakah saya berhasil mendapatkan sesuatu yang orang anggap itu adalah hal yang bagus, apakah jika saya begini begitu sikap saya dapat diterima?  Lagi-dan lagi yang saya pikirkan selalu adalah pendapat orang lain, saya telah jahat pada diri saya sendiri dengan tidak ...