Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Capruk

Happy B'day Ayaaaammm

Selamat ulang tahun temanku tersayang, huwaaahhh udah 27 aja yaaaa hehehe...

#Day3 : Template yang Sama

Dear kawans, Beberapa saat yang lalu @MorningHater__ ngetwit katanya dia baru saja posting di blognya untuk #30HariBlogging2, kemudian saya langsung membukanya via handphone. Tapi tiba-tiba, pada saat itu juga saya yang sedang bersama @im_oz, dia bilang katanya template blog saya dan @MorningHater__ sama. Wow!! Langsung dengan terburu-buru saya buka blog via PC, eh ternyata benar sama. Maklumlah saya jarang membaca postingan kawan-kawan #30HariBlogging lewat PC, selalu saya buka dan sudah ter-bookmark di hape saya dengan tampilan mobile, jadi mana saya tahu kalau template kami ternyata sama. Template berjudul "Public Affair" pun akhirnya saya ganti dengan yang baru. Ehmm, tapi gak begitu suka dengan template yang baru ini. But, ya sudahlah yah, nanti gampang ganti-ganti lagi. See yaaa. P.S.: Yang paling atas adalah template saya, yang bawah template-nya @MorningHater, coba cari letak perbedaannyaaa.... Yang jawabannya benar dapet...

#Day 22: Still I Don't Know

You may say that I'm so lame, drowning in the dynamic yet hectic world I have recently. It makes me lose the ability of a bit fantasying what world in my mind would be. Horror isn't it? So, I don't know what to write today. Even though I've got something to write. And I have to write. I've been trying for so long and hard. But... The problem of having nothing to write so sucks. Yes, it sucks. So now, I still don't know what to write....

#Day 16: Why So Serious?

Why so serious? Adalah headline dari video teaser untuk kegiatan outing perusahaan saya. Tolong jangan ketawain saya di video tersebut ya. Hehehe maklum saya amatiran.  Hari-hari di kantor itu sering banget diisi sama meeting, entah itu meeting sama klien, meeting internal, atau brainstorming dengan creative team, casting, shooting, sampe kencing! (najis gue, gak bakat banget ngegaring meh!). Sumpah deh, kegiatan-kegiatan tersebut gak bikin saya cantik (please deh Des) malah yang ada lama-lama bikin saya dan teman-teman saya juling, kepala pening, bunting (nah loh!) dan sangat butuh refreshing. Jadi tercetuslah outing. Nah biar seisi kantor pada tahu kalo kita mau outing nih, dibuatlah video teaser tersebut yang akan muncul di email blast, email log in maupun youtube hihihi, dan akan menghantui seluruh pekerja DM Pratama semasa hidupnya (hahaha *evil laugh*) Pasti orang-orang pada annoyed banget. Tujuannya sih ya itu, biar gak keseringan meeting! (ngaruh gak ya??...

#Day 15 : Tahukah Kamu?

Kenapa why tidak pernah never? Selalu always meski even.  Apa what hanya just? Atau or bukan no? Banyak many much bikin make. Mungkin might akan will, Bukankah don't ingin want?  Tahu know kenapa why? Oh my oh my.... *Ngecapruk sama Jingga menyambut pergantian malam :p

#Day 6: Vakansi

Semilir bertiup angin di tepi pantai, daun-daun berdansa dan nyiur melambai... Aduh senang bunga berkembang asri. Setahun bekerja kita membanting tulang, Ini lah waktunya kita berlibur panjang, melupakan semua problema hati.... Aduuhhh.... indahnya abadi, surya menyapa.. Mari berjalan kaki bersama-sama, menghabiskan hari. Sibuk terus di kantor itu tak baik pula Slalu pulang malam dan lupa keluarga... Jangan marah mari bernyanyi saja ~Vakansi, White Shoes and the Couples Company Guys! Lagu di atas memang ditujukan untuk saya sendiri hehe Dan mohon jangan iri ya hihihi, weekend lalu saya bertamasya dengan si Kepala Mangkok dan juga Mariya. Gak jauh sih tamasyanya, cuma keliling Jakarta Pusat aja hehe Tapi yang penting hepi LOL. Dan oleh-oleh untuk kalian para blogger #30HariBlogger adalah foto-foto unyu kita hehehe Kapan-kapan kita tamasya bersama yuuuk :) Lihatlah lihat! Kelakuan Mariya hehehe Ayo guys!! kita pergi bersama... Yuk yuk y...

#Day 5: Kamu di mana?

Kamu di mana? Tolong kembalilah. Tidak tahukah engkau sedari tadi aku gusar, gundah gulana, dan mencak-mencak tak keruan mencarimu. Aku butuh kamu. Tadinya aku pikir kamu sudah berada di kamarku. Lalu aku pun mencari-cari di tiap sudut kamarku. Tapi kau tak terlihat juga. Padahal baru saja kita berbincang-bincang di ruang tamu bukan? Aku hanya meninggalkanmu sebentar saja, kau sudah menghilang. Aku bertanya pada ibu. Ia bilang mungkin kamu ada di kebun bunga matahari. Ehmm mungkin sih.  Ibu terlihat ragu. Aku pun akhirnya berlarian ke kebun bunga matahari. Tapi ternyata fiktif. Itu kebun biasa. Tak ada bunga, tak ada matahari, karena hari sudah malam. Dan kamu pun tak ada di sana. Aku bertanya pada Bapak. Ia menjawab sambil hening membaca koran tentang berita kenaikan harga cabe keriting dan kol gepeng di tanah air. Ia lebih tertarik akan berita ekonomi daripada menjawab pertanyaanku dengan benar. Ia cuma bilang. Mungkin di kamar mandi. Acuh. Aku menuj...

#Day 4: Diam Saja

Tampak seperti sebuah kesedihan, tapi bukan. Bukan itu yang ia rasakan, bukan pula kebahagiaan. Entahlah, perasaan yang ia rasakan menjadi begitu abstrak dan getir. Ganjil, tak terutarakan. Ketika kata-kata tak lagi bisa diandalkan untuk menjelaskan segala hal. Ketika kata-kata telah menjadi sebuah usaha untuk mendekati kebenaran, tapi selalu tersedak di titik "hampir". Hampir benar. Ia pun memutuskan untuk mencopot kedua tangannya. Membiarkannya di teronggok di atas meja. Menggelepar sebentar lalu diam seperti tangan orang yang pingsan. Ia tak mau menulis lagi... Pun tak ingin bicara lagi...

Berburu Inspirasi

Sudah sekian lama saya rindu menulis lagi. Project kumpulan cerpen saya dengan si Pecinta Langit Sore tak kunjung selesai, padahal akan hampir setahun berlalu dan padahal (lagi) si cewek antik bernama @yyunikaa ini telah berbaik hati membagi cerita-ceritanya bersama saya. Maafkan saya kawan, project kita itu harus terealisasi!! Harus!! Duh! Belakangan ini saya terlalu sibuk dengan pencarian dan pencapaian saya pada karir dan passion yang entah mengapa sampai sekarang belum saya temukan ke mana. Lagi-lagi tentang pencapaian dan juga passion, mengenai hal ini saya layaknya bunglon, selalu berubah-ubah mengikuti mood yang masih terlalu labil. Sebentar ingin ini lalu besok berubah lagi ingin itu. Entahlah susah sekali untuk konsisten dan setia pada apa yang saya kerjakan. Tapi tenang saja kawan, gairah menulis saya muncul kembali setelah terpancing si adik kelas @nalynahalaw yang baru saja memulai karirnya (haha) di dunia blogspot ini dan sangat excited dengan blognya .  Yup, sa...

Two Different Hands

This picture represents us, yeah well I think hihihihi. Me and my lovely man lol From the left: even it's not my real hand, it's so much the same with my email address memetikbunga(at)gmail(dot)com. (and my work partner at my office often mocks me with that name of address lol, and I'll just let him do that). And on the right, that's my lover avatar @hypereal a hyperrealistic man with some cables on his hand that makes me call him a cable man who is trapped in a cable nest lol. Well, I think that is his favorite avatar both on twitter or facebook, it's been around a year he's not willing to change it. But I like it tough. It represents him the most. That two different hands of our, I edit that with some photo applications on my devoted iPhone, these are what I use to create that "Two Different Hands" picture: 1. Instagram I use Insagram to create an Earlybird effect of the photos. 2. PhotoCollage I use it to attached two or more picture that w...

Happiness

Beberapa postingan yang lalu saya pernah menuliskan tentang “being happy” sampai tiga kali. Kenapa ya? Apakah sebegitu pentingnya kebahagiaan ataupun menjadi bahagia dalam hidup saya? Bagi saya iya. Kebahagiaan itu sangat penting buat saya, jika saya bahagia, saya tidak akan lagi peduli berapa berat badan saya, berapa uang yang ada di kantong saya, apa pekerjaan saya, ataupun betapa bodohnya saya, saya mungkin tidak akan peduli lagi semua itu as long as I’m happy. Bagaimana dengan anda? Lalu, apakah saya bahagia? Well, mungkin anda bisa menebaknya. Tapi tolong pertanyaannya harus menggunakan tenses yang jelas, seperti, “Are you happy?” atau “Were you happy?” ya seperti itu…. Dan kalau pertanyaannya menggunakan tenses yang kedua saya akan menjawab, dulu, duluuuuuuuuuuuu sekali saya sangat bahagia, kebahagiaan yang saya ciptakan “sendiri”. Sebagai anak tunggal selama 17 tahun yang kadang ditinggal Ibu-Bapaknya bekerja, saya terbiasa melakukan semuanya sendiri, menjalankan hobi, p...

Sehelai Tissue dan Sebatang Korek Api

Ada sehelai tissue bekas dan sebatang korek api tergolek di bawah bangku kereta api dalam kota pagi ini, mereka mungkin sedang berbicara satu sama lain, berbicara dengan bahasa mereka masing-masing. Mungkin seperti ini percakapannya: Tissue : Hai Rek, siapa yang membawamu kesini? Korek : Seorang perempuan. Tissue : Perokok? Korek : Bukan, eh mungkin juga, tapi bagaimana aku tahu ia perokok atau bukan. Aku kan cuma sekali pakai lalu buang, beruntung aku tak sampai habis dibakarnya menyalakan rokok. Tissue : Ya itu dia, dia pasti perokok. Korek : Bagaimana kau tahu? Tissue : Ya karena dia merokok. Korek : Oh jadi orang yang merokok dinamakan perokok. Tapi bukankah dalam kereta ini dilarang merokok? Tissue : Dia sudah pasti perokok. Korek : Kenapa pasti? Tissue : Karena merokok dan membakarmu untuk rokok. Korek : Oh jadi orang yang membakarku untuk rokoknya lalu merokok meskipun merokok di tempat yang dilarang merokok tetap disebut sebagai perokok, kenapa bisa...