Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Literary Review

Hanyut (Novel Grafis)

Hanyut atau yang dalam terjemahan bahasa Inggrisnya, A Drifting Life adalah novel grafis Jepang yang ditulis oleh Yoshihiro Tatsumi. Kenapa disebut novel grafis? Kenapa bukan komik, padahal isinya tak lain adalah gambar-gambar dengan balon-balon teks yang dihadirkan dalam kotak-kotak ilustrasi? Well, sebenarnya ada beberapa hal yang membedakan antara novel grafis dan komik. Dalam membaca komik biasanya kita disuguhkan alur cerita yang ringan, terdapat unsur humor, atau superhero-superhero yang mejadi tokoh utama, namun jika membaca novel grafis maka akan terasa seperti membaca sebuah karya sastra karena di dalamnya terdapat dua unsur yang sangat penting yaitu unsur visual dan juga bahasa (yang menurut saya sebuah kerja serius dari pembuatnya yang jauh dari sifat populer dan bukan merupakan bacaan yang ringan karena di dalamnya terselip ideologi-ideologi yang ingin disampaikan oleh penulis). Kemudian, cara penyampaian cerita dalam novel grafis ini sangat kreatif, karena dalam ...

The Reader: a Slight View of Banality of Evil

Saya akan membahas tentang banality of evil lagi (duduk yang manis dan jangan bosan ya). Namun kali ini sepenggal banality of evil yang ada pada sebuah film, film yang telah lama sekali saya beli dan baru saya tonton beberapa waktu yang lalu. Judulnya The Reader . Film yang di sutradarai oleh Stephen Daldry (2008) ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Bernhard Schlink yang terbit pada tahun 1995. Sesuai dengan judulnya, dalam film berdurasi 124 menit ini kita akan disuguhkan oleh pembacaan-pembacaan karya sastra dan juga dialog yang panjang. Film ini bercerita tentang seb uah drama cinta terlarang seorang remaja pria dengan wanita yang umurnya jauh lebih tua darinya. Michael Berg (David Kross) dan Hannah Schimtz (Kate Winslet) terlibat dalam romantika cinta yang tak biasa. Berg yang masih duduk di bangku sekolah mencintai Schimtz seorang kondektur kereta api yang selalu ia temui secara diam-diam sepulang sekolah. Yang menurut saya unik dari kisah cinta Berg dan Sc...

PMS dan Hantu Puncak Datang Bulan

Di awali oleh update status saya dan kekasih saya di Twitter tadi siang, Sel_Kelabu : "Bisakah aku sedikit lebih lembut kalo lagi marah-marah?" Hypereal : "@Sel_Kelabu ha ha mana mungkin marah-marah jadi lembut?" Sel_Kelabu : "@hypereal hmmm… *bersungut*" Hypereal : "@Sel_Kelabu marah-marah kenapa bu?" Sel_Kelabu : "@hypereal itulah… aku juga bingung. (lol)" Hypereal : "@Sel_Kelabu Sekarang tanggal berapa ya? Lol" Itulah, saya juga bingung kenapa saya marah-marah gak jelas tanpa alasan, sampai pada akhirnya kekasih saya menanyakan tanggal. Dia menanyakan tanggal bukan karena beberapa hari lagi dia akan ulang tahun tapi dia menanyakan tanggal tidak lain untuk mengingatkan saya akan sindrom bulanan (baca: PMS) yang kerap saya derita dan yang sering membuat emosi saya tak terkendali. Kemudian saya jadi teringat akan sebuah film Indonesia yang sampai saat ini saya masih bingung struktur kalimatnya, terutama pada judulnya. Lalu ap...