Skip to main content

Untukmu, Sahabat Baruku


Usiamu baru sembilan minggu dalam "rimba amniotik" rahimku.
Mengapunglah dengan tenang di dalamnya, ambil dan resapilah apa saja yang kau butuhkan dariku.

Dengarkanlah hanya gelak tawaku, cerita-cerita indahku, senandungku, dan doaku. 
Jika ada tangis yang sesekali kau rasakan dari getaranku, maka ketahuilah, itu hanya tangis bahagiaku, haruku akan kehadiran dirimu.

Tangis yang meluap sebagai bahasa syukurku pada Tuhan yang begitu cepat mengabulkan doaku dan doa kekasihku yang kelak akan kamu panggil "ayah". Dia memang sedang tidak ada di samping kita saat ini, tapi yakinlah selalu bahwa doa dan cintanya yang begitu besar pada kita mengalir dalam tiap detik hidupmu.

Wahai embrio kecil yang mengemudikan jiwa, hidup, dan pikiranku saat ini, tumbuhlah dengan sehat dan nyaman di dalam tubuhku, bermainlah dan berlarilah dengan bebas di alam ruh sana bersama teman-temanmu yang lain, hingga tiba saat kau melewati tabir batas antara tubuhku dan dunia. Dan kita bertemu. Pada saat itu, janganlah lupa kalau kamu adalah sahabatku, sahabat yang ditakdirkan selalu untuk berbagi. Berbagi nafas bersama, merasakan segala sesuatunya bersama.

Aku menunggu senandungmu...

Comments

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

#Day 20: STFO

This is the story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody. There was an important job to be done. And Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about this because it was Everybody's job. Everybody thought that Anybody could do it,  but Nobody realized that Everybody wouldn't do it. It will end up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody could have done. End. Guys, I believe that these four people are surround you, everywhere you are; at office especially, in a team work definitely, or probably at class. You know it sucks. Because yes, it sucks. Whoever you are; Everybody, Somebody, Anybody, or Nobody, please STFO and do your own job.   *Image from "The Office" movie Illustration