Skip to main content

So Sorry

SORRY wasn't enough for it...
how dare I say that I miss U,
Do you know that I'm a broken fragile? longing in U...

SORRY was never be enough for it...
how dare you say that you left me for good!!!!
I know you're broken too worse than I've ever felt...

"I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't do...
and I hurt my self by HURTING you..."

Dad, where ever you are..
I'm sorry
coz I miss U

Comments

Anonymous said…
why do you have to fell sorry for? isn't it nice to know that you still miss him though it's hard to admit it? it's better to feel that way; to miss him when he's far away than to HATE him when he's around :-) I know cuz I do feel the same.. your father is "somewhere" in this world while mine is already "there".. Missing them is the sweetest thing and it doesn't have to relate to the reality hehehehe...
Deasy said…
hehehehhe yeah I know it; even it's so hard to vanish him from my mind..
am I wrong to HATE him or even so wrong to miss him.. i don't know

I still don't know

He remains a mystery for me
Please dont whinning for such things, look upon your grave and see another chances around. There are so many hunks out there waiting for you. He was so not you anyway.

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Pembuktian

Dear Taylor, Saya pernah begitu "young and naive" di fase-fase usia saya yang masih 20-25 tahun, saya selalu ingin membuktikan pada orang-orang di sekeliling saya bahwa saya bisa dan mampu. Bahwa saya juga pintar, bahwa saya juga diperhitungkan. Pada masa-masa itu saya seringkali sadar kalau saya sedang menggunakan topeng, topeng "bisa" topeng "sok pintar" topeng "berani" dan topeng-topeng lainnya. Saya sadar saya memakainya dan saya merasa kelelahan. Lama-kelamaan topengnya terasa begitu berat mencengkram wajah asli saya, sehingga saya tak lagi mengenali siapa saya sebenarnya dan apa yang saya mau. Selalu yang ada dipikiran saya saat itu adalah apa saya melakukannya dengan baik, atau apakah saya berhasil mendapatkan sesuatu yang orang anggap itu adalah hal yang bagus, apakah jika saya begini begitu sikap saya dapat diterima?  Lagi-dan lagi yang saya pikirkan selalu adalah pendapat orang lain, saya telah jahat pada diri saya sendiri dengan tidak ...