Skip to main content

Posts

Next Month

Next month, I'm gonna be 23... Hmmhh, never won't to leave my 22 actually. Do you know why?? There were a lot of surprises on my 22. Firstly, there was my b'day wishes a year ago, right in Thursday night, a nite before my b'day and it still becomes a manuscript on my diary. It's written like this: "Dear God, I dunno what will happen to me on my 22. All I know that this is my favorite number, the back number of my favorite football player, KAKA (hehehehe). So please don't let me frown all the year, like I used to. Trully god, I want a change! I just wanna be happy this year! Amien" I prayed to God before sleep that nite. I slept dreamlessly, exhausted from beginning my day so early, and sleeping so poorly. Then I was woken by some noise from my cellphone. My dearest friends of course, sent me many b'day messages, Ratna, Cuel, Rio, Tante Tuti, and many. They wished many gud things for me, as if my life's never been in such a weary. In the morn...

Time after Time

Lying in my bed I hear the clock tick, and think of you caught up in circles confusion-- is nothing new Flashback--warm nights-- almost left behind suitcases of memories, time after-- sometimes you picture me-- I'm walking too far ahead you're calling to me, I can't hear -- what you've said-- Then you say--go slow-- I fall behind-- the second hand unwinds chorus: if you're lost you can look--and you will find me (time after time) if you fall I will catch you--I'll be waiting (time after time) after my picture fades and darkness has turned to gray watching through windows--you're wondering if I'm OK secrets stolen from deep inside the drum beats out of time--

Apa Kau Melihat Bintang?

"Apa kau melihat bintang?" tanya Tiar kala itu. Kala malam ketika ia dan Dinan duduk bersebelahan pada bukit belakang kota sambil menatap langit yang berantakan oleh bintang dan laut yang tenang di bawah sana. "Tiar, langit malam ini hitam, aku sama sekali tidak melihat bintang diatas sana. Kota telah menjadi begitu gemerlapan oleh lampu-lampunya sehingga batas antara bumi dan langit seakan lenyap. Cahaya bintang tersamarkan oleh megahnya gemintang kota." kata Dinan. Dinan, bicaramu bagai seorang penyair saja, bisik Tiar dalam hatinya. Tiar tersenyum kecil. Ia tahu Dinan akan selalu seperti itu, hal-hal kecil yang nyaris tak terjamah keindahan akan selalu luar biasa jika keluar dari mulut Dinan. Ia bagai pujangga, seorang yang dianugerahi kemampuan untuk menjelaskan segalanya dengan indah, cantik, namun masih terdengar rasional. Dinan hanya berbisik, aku bukan pujangga seperti yang selalu kau bisikkan dalam hatimu, Tiar. Aku hanya cahaya yang redup. Semua yang kukat...

Banyak Pilihan Bikin Bingung

Semalaman ini saya asyik sekali ngeblog, gak kerasa udah berjam-jam dan sekarang hampir pagi. Sebenarnya saya bosan dengan layout blog saya ini yang bertemakan "Spring Daisy" dan saya sempat download beberapa layout terbaru yang dikeluarkan oleh B-templates . Banyak sekali yang bagus-bagus hingga saya bingung sendiri memilah-milihnya untuk menggantikan "Spring Daisy" yang setia melatarbelakangi tulisan-tulisan saya selama kurang lebih lima bulan. Dan saya menjatuhkan pilihan saya pada sebuah layout berjudul "Florist". Hmmm lagi-lagi bertemakan bunga (entah kenapa saya begitu suka bunga, mungkin karena terkesan feminin dan indah heehee). Florist ini lebih lucu dan fresh dibandingkan dengan Spring Daisy, tetapi ada konsekuensi yang harus saya ambil jika saya menggantinya dengan florist yaitu ada beberapa widgets yang harus dihapus diantaranya freewebsite wix.com, follower yang jumlahnya 15. Duh sayang banget kalo widgets itu harus terhapus, alhasil saya meng...

Menulis: Berkah atau Kutukan

Menulis: Berkah atau kutukan?? Seorang pernah berkata pada saya, "just write, what's in your mind. Writing is painful but it's a cure, for your cursed mind and self. Then write..." Menulis bisa jadi sebuah berkah namun disaat yang bersamaan juga bisa menjadi kutukan bagi saya. Ada masa dimana saya sangat menyukai kegiatan tulis-menulis seperti sekarang ini (apapun akan saya tulis). Tapi ada juga kalanya saya benci menulis sampai saya muak melihat huruf-huruf, keyboard komputer, buku, kertas, pulpen, bahkan jari-jari saya sendiri. Saya memang bukan seorang penulis yang baik, dan seseorang yang sama pernah juga berkata bahwa penulis yang baik bukanlah tentang bagaimana baik atau buruk tulisannya, namun lebih kepada The Will to Write (bener kan Say??). Tetapi masalah yang mendera saya justru itu, The Will to Write datang dan pergi secara misterius. But, glad then karena malam ini saya sangat bergairah untuk menulis!!! Yiiippie, tahu kenapa?? Karena saya menemukan peluang...

Love???

Sejak kapan perasaan ini lahir? Aku bertanya pada batinku yang sedang dilanda perasaan absurd yang tak terelakkan. Mungkin perasaan ini lahir ketika waktu belumlah linear, melainkan hanya sebuah siklus yang terus menerus berputar. "Grow old with me. The best is yet to be. The last of life for which the first was made" -Browning- Love you...