Skip to main content

Si Hover yang Lucu

Hooolllaaa.....

Templates blog saya berubah lagi, dulu saya sangat setia dengan Spring Flower hingga layout itu bertahan sampai enam bulan, karena bernuansa bunga-bunga dan alam, meski memang tidak sesuai dengan judul blog saya ini, Sel Abu-abu.

Oleh karena itu, Spring Flower saya wariskan ke Daisy dan Dunianya yang serupa dengan tema dan tagline nya.

Karena ini adalah Sel Abu-abu, makanya saya cari yang layoutnya juga bernuansa abu-abu yang simple tapi menarik. Berkali-kali saya mengganti layoutnya sampe saya lupa tidur (lebay).

Dan jatuhlah pilihan saya pada layout yang ini, dan karena layout ini sangat simple maka sayapun menambahkan si Hover, burung twitter yang lucu itu supaya bertengger di header blog ini. Ini pun karena saya terinspirasi sama si Daun Lontar, blog Wordpress yang menampilkan si burung imut itu sebagai gadgetnya.

Coba perhatikan senyumnya yang imut itu, siapa sih yang tak tahan untuk memilikinya lol. Dan klo mau juga coba deh klik link ini Twitter Hack and Plug-in

Comments

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Pembuktian

Dear Taylor, Saya pernah begitu "young and naive" di fase-fase usia saya yang masih 20-25 tahun, saya selalu ingin membuktikan pada orang-orang di sekeliling saya bahwa saya bisa dan mampu. Bahwa saya juga pintar, bahwa saya juga diperhitungkan. Pada masa-masa itu saya seringkali sadar kalau saya sedang menggunakan topeng, topeng "bisa" topeng "sok pintar" topeng "berani" dan topeng-topeng lainnya. Saya sadar saya memakainya dan saya merasa kelelahan. Lama-kelamaan topengnya terasa begitu berat mencengkram wajah asli saya, sehingga saya tak lagi mengenali siapa saya sebenarnya dan apa yang saya mau. Selalu yang ada dipikiran saya saat itu adalah apa saya melakukannya dengan baik, atau apakah saya berhasil mendapatkan sesuatu yang orang anggap itu adalah hal yang bagus, apakah jika saya begini begitu sikap saya dapat diterima?  Lagi-dan lagi yang saya pikirkan selalu adalah pendapat orang lain, saya telah jahat pada diri saya sendiri dengan tidak ...