Skip to main content

Daun (2)

Daun daun pohon mangga itu bergoyang.

Tidak…

Bukan karena ada angin kencang yang meniupnya, tapi ada seekor camar hinggap di dahannya. Letih, ia mencengkramkan kaki-kakinya pada dahan berdaun itu.

Daun-daun gemerisik berbisik satu sama lain.

Apa yang membuatnya kesini? Tanya daun yang satu pada daun yang lainnya. Entahlah… Mengapa ia tak berkerumun seperti camar lainnya? Bermigrasi bersama-sama, berkelompok, bergumul seperti kita?

Camar menengadahkan mukanya menatap semesta terang di sana.

Berisik gemerisik di sini…. Batinnya. Ia hanya ingin beristirahat lalu kemudian melanjutkan lagi perjalanannya.

Mereka…

Mereka telah salah. Bukan hanya Elang yang mampu terbang tinggi walau sendiri,

akupun mampu, bisik Camar pada gemerisik berisik daun.

Ia hendak terbang…

Ancang-ancangnya membuat daun pohon mangga itu bergoyang lagi meski tak ada angin yang meniupnya.

~best regard to Jieb Man~

Comments

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Hanyut (Novel Grafis)

Hanyut atau yang dalam terjemahan bahasa Inggrisnya, A Drifting Life adalah novel grafis Jepang yang ditulis oleh Yoshihiro Tatsumi. Kenapa disebut novel grafis? Kenapa bukan komik, padahal isinya tak lain adalah gambar-gambar dengan balon-balon teks yang dihadirkan dalam kotak-kotak ilustrasi? Well, sebenarnya ada beberapa hal yang membedakan antara novel grafis dan komik. Dalam membaca komik biasanya kita disuguhkan alur cerita yang ringan, terdapat unsur humor, atau superhero-superhero yang mejadi tokoh utama, namun jika membaca novel grafis maka akan terasa seperti membaca sebuah karya sastra karena di dalamnya terdapat dua unsur yang sangat penting yaitu unsur visual dan juga bahasa (yang menurut saya sebuah kerja serius dari pembuatnya yang jauh dari sifat populer dan bukan merupakan bacaan yang ringan karena di dalamnya terselip ideologi-ideologi yang ingin disampaikan oleh penulis). Kemudian, cara penyampaian cerita dalam novel grafis ini sangat kreatif, karena dalam ...