Skip to main content

What You Deserved


Kenapa kau masih saja tinggal?? Mengendap bagai penyakit tak berperih, berkarang, melekat, bagai lumut pada hijaunya yang merubah kelam menjadi hitam.

Aku lebih suka kau mati!

Bukankah kau telah lama ku bunuh? Tapi mengapa kau masih tetap saja hidup!?
Terbuat dari apakah dirimu?? Ingatkah Kau? Dahulu aku pernah merobek perutmu, mengeluarkan isinya dan membiarkannya tercecer, amis, membusuk, sebelum akhirnya anjing-anjing jalanan itu menjilati setiap pekat darahmu yang menyisa pada tepi-tepi aspal pada sebuah jalan yang menyerupai ganglion-ganglion retak.

Terbuat dari apakah dirimu?? Mengapa kau masih saja bisa tersenyum padaku.
Saat kutemui kau tergantung pada pohon angsana dengan sejumput tali goni yang telah dengan susah payah kuikatkan pada dahan terkuatnya agar mampu mengeratkan lehermu dan menggantung badanmu dengan sempurna.
Mengapa kau masih saja hidup???

ANJING!!

Terbuat dari apakah kamu? Materi apa yang menyusun setiap kromosom dalam darahmu? rasa amisnya masih lengket di lidahku saat kukira telah habis kuhisap seluruh cairan merah dalam tubuhmu. Setan dari neraka mana yang terangkai dalam setiap rantai DNA mu?! dan yang telah merubahnya menjadi rangkaian-rangkaian maut yang selalu mengganggu waktu sendiriku.

Aku ingin kau MATI!
Aku ingin kau pergi!
Harus berapa kali aku membunuhmu?
Harus berapa lama lagi aku memelihara babi?
Aku ingin kau mati.
PAda matamu kutancapkan tombak yang menusuk jantungku...

Comments

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

#Day 20: STFO

This is the story about four people named Everybody, Somebody, Anybody, and Nobody. There was an important job to be done. And Everybody was sure that Somebody would do it. Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about this because it was Everybody's job. Everybody thought that Anybody could do it,  but Nobody realized that Everybody wouldn't do it. It will end up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody could have done. End. Guys, I believe that these four people are surround you, everywhere you are; at office especially, in a team work definitely, or probably at class. You know it sucks. Because yes, it sucks. Whoever you are; Everybody, Somebody, Anybody, or Nobody, please STFO and do your own job.   *Image from "The Office" movie Illustration