Skip to main content

Aku Ingin Kau MATI!!!!!!???

Kenapa kau masih saja tinggal?? Mengendap bagai penyakit tak berperih, berkarang, melekat, bagai lumut pada hijaunya yang merubah kelam menjadi hitam.

Aku lebih suka kau mati!

Bukankah kau telah lama ku bunuh? Tapi mengapa kau masih tetap saja hidup!?
Terbuat dari apakah dirimu?? Ingatkah Kau? Dahulu aku pernah merobek perutmu, mengeluarkan isinya dan membiarkannya tercecer, amis, membusuk, sebelum akhirnya anjing-anjing jalanan itu menjilati setiap pekat darahmu yang menyisa pada tepi-tepi aspal pada sebuah jalan yang menyerupai ganglion-ganglion retak.

Terbuat dari apakah dirimu?? Mengapa kau masih saja bisa tersenyum padaku.
Saat kutemui kau tergantung pada pohon angsana dengan sejumput tali goni yang telah dengan susah payah kuikatkan pada dahan terkuatnya agar mampu mengeratkan lehermu dan menggantung badanmu dengan sempurna.

Mengapa kau masih saja hidup???

ANJING!!

Terbuat dari apakah kamu? Materi apa yang menyusun setiap kromosom dalam darahmu? rasa amisnya masih lengket di lidahku saat kukira telah habis kuhisap seluruh cairan merah dalam tubuhmu. Setan dari neraka mana yang terangkai dalam setiap rantai DNA mu?! dan yang telah merubahnya menjadi rangkaian-rangkaian maut yang selalu mengganggu waktu sendiriku.

Aku ingin kau MATI!

Aku ingin kau pergi!

Harus berapa kali aku membunuhmu?
Harus berapa lama lagi aku memelihara babi?
Aku ingin kau mati.
PAda matamu kutancapkan tombak yang menusuk jantungku...

Comments

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Pembuktian

Dear Taylor, Saya pernah begitu "young and naive" di fase-fase usia saya yang masih 20-25 tahun, saya selalu ingin membuktikan pada orang-orang di sekeliling saya bahwa saya bisa dan mampu. Bahwa saya juga pintar, bahwa saya juga diperhitungkan. Pada masa-masa itu saya seringkali sadar kalau saya sedang menggunakan topeng, topeng "bisa" topeng "sok pintar" topeng "berani" dan topeng-topeng lainnya. Saya sadar saya memakainya dan saya merasa kelelahan. Lama-kelamaan topengnya terasa begitu berat mencengkram wajah asli saya, sehingga saya tak lagi mengenali siapa saya sebenarnya dan apa yang saya mau. Selalu yang ada dipikiran saya saat itu adalah apa saya melakukannya dengan baik, atau apakah saya berhasil mendapatkan sesuatu yang orang anggap itu adalah hal yang bagus, apakah jika saya begini begitu sikap saya dapat diterima?  Lagi-dan lagi yang saya pikirkan selalu adalah pendapat orang lain, saya telah jahat pada diri saya sendiri dengan tidak ...