Skip to main content

Hai, Halooo Saya Kembali

Hai saya kembali lagi....

Delapan tahun lamanya blog ini menjadi sarang laba-laba tak berpenghuni. Mianhae, saya akan sering-sering berkunjung ke sini bersama dengan sang alter ego yang selalu tampak weirdo. Walaupun saya sudah kehilangan 99 persen kemampuan saya menulis, saya akan berusaha walau hanya satu paragraf saya tulis di sini. Walaupun hanya kerandoman yang saya bawa ke sini.

"Writing is a cure for a cursed mind" ingat???

Ini meja belajar saya saat ini. Dan saya ingat terakhir kali saya mengisi blog ini adalah Juli 2015 di meja kerja saya di lantai 7 office 8 bersama para karyawan Hasnur Group lainnya mencuri-curi waktu di sela-sela kerja yang membosankan.

Selama 8 tahun ini saya ngapain aja sampai gak sempat mampir ke sini?

Yah.... nanti kamu akan tau sendiri dan akan saya ceritakan sedikit demi sedikit.


caoooo!!

Comments

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Kamu

Hai kamu... Bisakah kamu hidup normal seperti para manusia pada umumnya, seperti wanita kebanyakan? Bisakah kamu melupakan dan move on..? Bisakah hidupmu tidak melulu dipenuhi pikiran tentang dia dan imaji tentangnya di masa lalu...? Bisakah kamu move on?? Bisakah??? Tolong lupakan dia dan tidak menjejali hidupmu akan penyesalan dan tuntutan atas sesuatu yang TIDAK dilakukannya. Bisakah kamu sedikit berpikir, bahwa ada orang terganggu atas semua ratapan kamu, dan itu adalah saya... Bisakah kamu sadari orang yang selalu kamu harapkan, kamu ratapi itu adalah SUAMI saya???  Ya, dia telah menikah, kami saling mencintai, kami telah memiliki seorang anak. Dan kami hidup di masa sekarang juga untuk masa depan. Tolong... Bisakah kamu berubah Rin?