Skip to main content

Aku dan Diriku


"Tau gak tempat apa yang sangat amat paling ingin gw kunjungin saat ini?” tanya gw ke seseorang yang saat itu sedang berdiri di depan gw… “Gw tau tempat apa yang sangat amat paling ingin lo kunjungin saat ini.” kata seseorang yang saat itu sedang berdiri di depan gw… “Apa coba?” tanya gw lagi ke seseorang yang saat itu sedang berdiri di depan gw… “Tempat dimana gw berdiri sekarang ini kan??” begitulah jawaban seseorang yang saat itu sedang berdiri di depan gw… Dia cuma tersenyum. “Kok tahu???” tanya gw ke depan sebuah cermin yang saat itu sedang berdiri di depan gw… lalu kita sama2 berbalik… cuma tersenyum, meninggalkan tempat masing-masing.

Comments

Ceritaku said…
buat Deasy, "hidup berjalan sesuai kontrak yang disepakati antar roh sebelum terlahir jadi daging ke dunia. Apapun yang terjadi bukanlah keberuntungan atau kesialan, melainkan eksekusi kontrak belaka. Jadi, apakah seseorang bisa dibilang sial kalau sebenarnya sial itu direncanakan?????"

Popular posts from this blog

Jadikan Aku yang Kedua!

"Jadikan aku yang kedua... Buatlah diriku bahagia..." Lirik lagu Astrid ini tetiba terngiang-ngiang saat saya membaca status FB (anonim) yang di-share oleh teman saya. Baca deh... dan buat Ibu-Ibu yang anti poligami siap-siap geregetan yaaa... Terlepas ini postingan siapa, anonim sekalipun, saya cuma mau bilang, ke pasar gih Mbak, beli ketimun yang banyak. Oppss!! Sorry terdengar tidak senonoh dan hardcore yaaa, gimana nggak, kata-kata yang tertulis dalam statusnya juga seputar itu kan? "kenapa hanya tidur dipelukan satu istri saja?" Hey, menjadi seorang imam itu bukan hanya masalah di tempat tidur, dan statement itu lebih kepada nafsu bukan sunnah. Oke well, masalah nafsu, birahi, itu manusiawi dan sesuatu fitrah, jikaaa... hanya jika disampaikan dengan cara yang fitrah juga. Nafsu yang seperti ini selalu dikaitkan dengan sunnah, padahal (cmiiw, sunnah Nabi yang lain itu banyak keleeuuss, kalau memang tujuannya adalah mengikuti sunnah Nabi). Berpoligami t...

Kamu

Hai kamu... Bisakah kamu hidup normal seperti para manusia pada umumnya, seperti wanita kebanyakan? Bisakah kamu melupakan dan move on..? Bisakah hidupmu tidak melulu dipenuhi pikiran tentang dia dan imaji tentangnya di masa lalu...? Bisakah kamu move on?? Bisakah??? Tolong lupakan dia dan tidak menjejali hidupmu akan penyesalan dan tuntutan atas sesuatu yang TIDAK dilakukannya. Bisakah kamu sedikit berpikir, bahwa ada orang terganggu atas semua ratapan kamu, dan itu adalah saya... Bisakah kamu sadari orang yang selalu kamu harapkan, kamu ratapi itu adalah SUAMI saya???  Ya, dia telah menikah, kami saling mencintai, kami telah memiliki seorang anak. Dan kami hidup di masa sekarang juga untuk masa depan. Tolong... Bisakah kamu berubah Rin?